Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Istilah – istilah untuk Bahan berbahaya

  • NAPZA   = Narkotika, Psikotropika, Zat adiktif lainnya.
  • NAZA      = Narkotika dan Zat Adiktif.
  • Narkoba = Narkotika dan Bahan berbahaya.
  • Masalah penyalahgunaan NAPZA ===> masalah komplek yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif ===>melibatkan kerjasama multidisipliner, multisektor dan peran serta masyarakat secara aktif, berkesinambungan, konsekuen dan konsisten.
  • Berakibat sangat merugikan bagi individu dan masyarakat luas khususnya generasi muda.
  • Maraknya penyalahgunaan NAPZA —-> kota – kota besar —-> kota-kota kecil dari mulai dari tingkat sosial ekonomi bawah, menengah dan atas.
  • Data penyalahguna NAPZA paling banyak berumur antara 15 – 24 tahun yang merupakan sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA ——> perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda.

LANDASAN HUKUM

  1. Undang –Undang no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
  2. Undang-Undang No.22 tahun 1997 tentang Narkotika
  3. Undang –Undang No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika
  4. Keppres No.177 /2002 tentang pembentukan BNN
  5. Perda no. 11 tahun 2001 tentang maksiat

TUJUAN

  1. Menekan kasus penyalahgunaan Napza
  2. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan napza
  3. Pengawasan dan pengendalian disribusi napza melalui jalur resmi (legal)

Penggolongan obat :

Berdasarkan tingkat keamanan :

  • Obat bebas
  • Obat bebeas terbatas
  • Obat keras.
  • Obat keras biasa
  • Obat Keras Tertentu
  • Narkotika

UU No.22/97 Tentang Narkotika

I. Hanya untuk IPTEK <==> Dilarang untuk Pengobatan :

  1. PAPAVER,OPIUM
  2. KOKAIN/CRACK
  3. GANJA/MARIHUANA
  4. HEROIN/PUTAW
  5. CANNABIS

II.

  1. PETIDIN
  2. MORFIN
  3. FENTANIL
  4. METADON

III.

  1. KODEIN
  2. DIFENOKSILAT

UU No.5/97 Tentang Psikotropika

Penggolongan PSIKOTROPIKA

I.    MDMA / Ecstasy, LISERGIDA / LSD <==> Tidak digunakan dalam Pengobatan

II.   SEKOPARBITAL, METAMFETAMIN / SHABU, METHYPENIDATE

III. AMOBARBITAL, BUPRENORFIN

IV. ALLOBARBITAL, DIAZEPAN, BROMAZEPAN, LORAZEPAN, TRIAZOLAM, DIETILPROPIOM, KLORDIZEPOKSIDA

EFEK NAPZA TERHADAP  SSP

1. DEPRESAN :

  • Mengurangi aktivitas fungsional tubuh
  • Pemakai merasa tenang
  • Pendiam
  • tertidur
  • Tidak Sadarkan Diri
  • Gol. Opiodida (Morfin, heroin/putaw,kodein)

Hipnotik (obat tidur),sedatif (penenang)

Tranquillizer ( anti cemas ),Alkohol dosis rendah

2. STIMULAN:

  • Dapat merangsang fungsi tubuh
  • Meningkatkan kegairahan kerja
  • Pemakai menjadi aktif,segar dan bersemangat

Gol.Kokain, Amfetamin (shabu, ekstasi),  Kafein

3. HALUSINOGEN :

  • Dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran
  • Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis

Gol. Kanabis (ganja), Lisergic Acid (LSD), tanaman kecubung

FAKTOR PENYEBAB

Faktor Zat

  • Menimbulkan ketergantungan
  • Fisik dan psikis
  • mudah didapat
  • Relatif murah

Faktor Lingkungan

  • -Hub. Tdk harmois dgn ortu
  • -Lingkingan rawan narkoba
  • -Kurangnya kontrol
  • -Tek. Kel.sebaya

Faktor Individu

  • Coba –coba
  • Ingin Diterima
  • ikut trend
  • Kenikmatan sesaat
  • Cari Perhatian
  • Ikut tokoh  idola

KELOMPOK RISIKO TINGGI

1. Anak

Ciri-cirinya:

  • Anak yang sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun).
  • Anak yang sering sakit.
  • Anak yang mudah kecewa.
  • Anak yang mudah murung.
  • Anak yang sudah merokok sejak Sekolah Dasar.
  • Anak yang agresif dan destruktif.
  • Anak yang sering berbohong, mencuri/melawan tata tertib.
  • Anak dengan IQ taraf perbatasan (IQ 70-90).

2. Remaja

Ciri-cirinya:

  • Remaja yang mempunyai rasa rendah diri, kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif.
  • Remaja yang mempunyai sifat sangat tidak sabar.
  • Remaja yanh diliputi rasa sedih (depresi)atau   cemas(ansietas).
  • Remaja yang cenderung melakukam sesuatu yang   mengandung resiko tinggi/bahaya.
  • Remaja tang cenderung memberontak.
  • Remaja yang tidak mau mengikuti peraturan/tata nilai yang berlaku.
  • Remaja yang kurang taat beragama.
  • Remaja yg berkawan dengan penyalahguna NAPZA.
  • Remaja dengan motivasi belajar rendah.
  • Remaja tidak suka keg ekstrakurikuler.
  • Remaja dengan hambatan /penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual.
  • Remaja yang mudah menjadi bosan, jenuh, murung.
  • Remaja  yang cenderung merusak diri sendiri.

3. Keluarga

Ciri-cirinya ;

  • Orang tua kurang komunikatif dengan anak.
  • Orang tua yang terlalu mengatur anak.
  • Orang tua yang terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi diluar kemampuannya.
  • Orang tua yg kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk.
  • Orang tua yang kurang harmonis, sering bertengkar,berselingkuh/ayah menikah lagi.
  • Orang tua yang tidak memiliki, standar norma baik buruk/benar salah yang jelas.
  • Orang tua yang tidak dapat menjadikan dirinya teladan bagi anak.
  • Orang tua menjadi penyalahguna NAPZA.

GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA

Perubahab Fisik

  1. Jalan sempoyongan, bicara cadel, mengantuk, agresif, curiga.
  2. nafas sesak, denyut nadi lambat, kulit terasa dingin, meninggal.
  3. mata dan hidung berair, menguap terus menerus, kejang, kesadaran menurun.

Perubahan sikap dan perilaku

  1.     – Prestasi sekolah menurun.
  2.     -  Pola tidur berubah.
  3.     – Sering bepergian sampai larut malam.
  4.     – Sering mengurung diri.
  5.     – Sering didatangi orang yg tdk  dikenal.
  6.     – Sering berbohong
  7.     – Sering bersikap emosional.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN

  • Jarum suntik insulin ukuran 1 ml,kadang – kadang dibuang pada saluran air di kamar mandi.
  • Botol air mineral bekas yang berlubang didindingnya.
  • Sedotan minuman dari plastik .
  • Gulungan uang kertas.
  • Kertas timah.
  • Kartu telefon.
  • Botol kecil dengan pipa di dindingnya

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NAPZA BAGI PEMAKAI

Akibat jangka pendek (sesaat)

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Tidak mudah lelah
  3. Meningkatkan rasa percaya diri
  4. Rasa nyaman dan bahagia
  5. Emosi menurun
  6. Timbu khayalan/halusinasi
  7. Mata merah
  8. Mulut kering
  9. Tidak dapat berfikir/ hilang ingatan

Akibat Jangka Panjang (berkelanjutan)

  • Timbul kekacauan, ketakutan, tubuh kelelahan, mudah tersinggung, panik, kejang-kejang,nafsu makan hilang, mual, muntah-muntah, depresi, apatis dll.
  • Keinginan yang tidak tertahan tertahan terhadap zat tsb, kalau perlu dengan jalan apapun untuk memperolehnya.

Akibat Jangka Panjang  (Lanjutan)

  • Kecendrungan untuk menambah takaran / dosis sesuai dengan toleransi tubuh hingga over dosis atau kekacauan.
  • Ketergantungan secara fisik dan psikis.
  • Apabila ketahuan oleh yang berwajib dan terbukti akan dijerat oleh UU No. 5 tahun 1997 ttg Psikotropika dan UU No. 22 tahun 1997 ttg Narkotika.

UPAYA PENAGGULANGAN NAPZA :

  1. PENINGKATAN KIE DENGAN SASARAN : PETUGAS KESEHATAN GENERASI MUDA DAN MASYARAKAT
  2. PENGAWASAN &PENGENDALIAN DISTRIBUSI NAPZA LEGAL
  3. PEMANTAUAN KASUS PENYALAHGUNAAN NAPZA
  4. PENYEBARAN INFORMASI MELALUI MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK SPT:BUKU,LEAFLET,BROSUR DLL
  5. PENERTIBAN DAN EVALUASI LAPORAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA

SEKIAN & TERIMAKASIH

Tentang PKBM GUGUAK

"DARI, OLEH dan UNTUK MASYARAKAT
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s