BELAJAR TUNTAS MASTERI LEARNING

KONSEP DASAR BELAJAR TUNTAS

  1. Belajar tuntas adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan siswa menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran
  2. Semua siswa pada dasarnya dapat mencapai ketuntasan belajar dari seperangkat SK dan KD yang ditetapkan dalam pembelajaran

MENGAPA HARUS BELAJAR TUNTAS

  1. Karakteristik, kecepatan, dan kebutuhan belajar siswa berbeda
  2. Siswa memiliki potensi yang berbeda
  3. Penguasaan kompetensi menuntut ketuntasan dalam menguasai ketiga kemampuan: kogntif, afektif, dan psikomotor

FAKTOR PENDORONG KETUNTASAN BELAJAR

  1. Kecukupan waktu yang disediakan untuk menguasai suatu pelajaran
  2. Ketekunan siswa dalam memanfaatkan waktu
  3. Taraf kesulitan bahan/materi pelajaran
  4. Kemampuan verbal siswa
  5. Kualitas proses pembelajaran di kelas
  6. Kualitas bantuan yang diterima di luar kelas

STANDAR MINIMAL KETUNTASAN

  1. Standar ketuntasan kuriklum pada tingkat nasional 75% dengan maksimum 100%
  2. Sekolah dapat menentukan batas ketuntasan minimal sesuai dengan kondisi sekolah, secara bertahap untuk mencapainya
  3. Setiap mata pelajaran dapat berbeda standar ketuntasannya

PERAN GURU DALAM BELAJAR TUNTAS

  • Menjabarkan/memecah kompetensi dasar ke dalam unit yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyarat
  • Menata indikator berdasarkan cakupan serta urutan unit
  • Menyajikan materi dalam bentuk yang bervariasi
  • Memonitor seluruh pekerjaan siswa
  • Menilai perkembangan siswa dalam pencapaian kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor)
  • Menggunakan teknik diagnosis
  • Menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi siswa yang mengalami kesulitan

BAGAIMANA PENILAIAN BELAJAR TUNTAS

Ketuntasan belajar dengan penilaian acuan patokan setiap KD, asumsi dasar :

  1. Semua siswa bisa belajar apa saja, hanya waktu yang berbeda
  2. Standar harus ditetapkan lebih dulu, dengan hasil lulus atau tidak lulus
  3. Sistem penilaian mempunyai ciri-ciri:
  •  Dengan sistem ulangan harian
  •  Hasil UH dianalisis dan ditindak lanjuti melalui   program perbaikan dan pengayaan
  •  Ujian mencakup aspek kognitif dan psikomotor
  •   Aspek afektif diukur melalui pengamatan kuesioner

PELAKSANAKAN PROGRAM PERBAIKAN

Cara yang Ditempuh:

  1. Memberikan bimbingan secara secara khusus dan perorangan bagi siswa yang belum atau mengalami kesulitan dalam penguasan KD tertentu
  2. Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (teratment) secara khusus sebagai penyederhana:
  •   penyederhanaan isi/materi pelajaran untuk KD tertentu
  •   penyederhanaan penyajian (dgn gambar, grafik, model)
  •   penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan

MATERI DAN WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM REMIDIAL

  1. Program remidial diberikan hanya pada KD-KD yang belum dikuasai siswa
  2. Program remidial dilakukan pada:
  • setelah mengikuti tes/KD tertentu
  •  setelah mengikuti UH/tes sejumlah KD dalam satu kesatuan
  •  khusus diberlakukan pada KD-KD yang ada pada semester tertentu

MATERI DAN WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM PENGAYAAN

Cara yang Ditempuh:

  • Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan pada KD tertentu
  • Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf, dll
  • Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
  • Membantu guru membimbing teman-temannya yang belum mencapai ketuntasan

Tentang PKBM GUGUAK

"DARI, OLEH dan UNTUK MASYARAKAT
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s